Kampanye Pelestarian

Kampanye pelestarian penyu, terkait beberapa hal teknis penanganan masalah pelestarian penyu di pantai selatan DI Yogyakarta, meskipun tidak mudah, namun dapat ditangani dalam jangka pendek. Namun, masalah pelestarian selalu muncul dan dengan versi terbarunya, karena memang sebagian besar hambatan konservasi adalah dari manusia dengan segala kegiatannya.

Kampanye pelestarian utamanya dilakukan untuk memberitahukan kepada khalayak tentang eksistensi penyu di pesisir selatan, dan yang kedua adalah menginformasikan kepada masyarakat tentang eksistensi kegiatan konservasi di KKP Mino Raharjo Pantai Goa Cemara. Harapan kami masyarakat dapat teredukasi dengan baik kemudian mengambil sikap untuk turut serta dalam kegiatan pelestarian dengan segala potensi yang dikuasai dalam bidangnya masing-masing.

1. Hal-hal yang Mendasari Kampanye Pelestarian

Kegiatan ini sangat perlu dilakukan dan menjadi tugas jangka panjang dari ranger KKP Mino Raharjo dengan beberapa hal yang menjadi latar belakang, antara lain :

Keterbatasan Sumber Daya Manusia

KKP Mino Raharjo terbentuk dari inisiasi masyarakat lokal dan dengan lingkup sumber daya manusia yang sangat kecil.

Anggota KKP terdiri dari warga masyarakat pesisir Patihan, yang hampir semua tidak mempunyai kemampuan akademis yang memadai, apalagi yang secara khusus tentang ekologi. Sementara kebutuhan pelestarian tidak hanya secara teknis di lapangan, dibutuhkan sumber daya yang mumpuni di berbagai bidang. Maka kemudian hal yang dilakukan adalah mengajak semua pihak untuk turut serta ikut dalam usaha pelestarian di bidangnya masing-masing. Membagi tanggung jawab keberlangsungan kepada siapapun yang tertarik, karena semua orang dalam segala usia dan semua bidang pekerjaan mempunyai potensi untuk membantu kelestarian lingkungan.

Pengaruh Global Terhadap Lingkungan Pesisir

Perubahan lingkungan di pesisir tidak hanya terjadi karena pengaruh kejadian lokal saja. Berkaitan dengan alam dan lingkungan, apa yang terjadi di kawasan global bahkan hal sekecil apapun sangat bisa memperburuk atau bahkan merusak keadaan ekosistem pesisir.

Pengelolaan lahan yang semakin masif, pelebaran hunian dengan segala aktifitasnya, dan lain-lain. Terutama tentang pengelolaan sampah di perkotaan yang kurang baik, apapun yang kemudian terbuang sembarangan pada akhirnya terkena air atau angin akan terbawa ke parit, kali, sungai kecil dan kemudian masuk di dua sungai besar, Opak dan Progo, hingga berakhir di laut selatan.

Faktor non fisik tentang kebijakan terkait lingkungan, perijinan, masterplan pembangunan dan lain-lain juga harus mempertimbangkan lingkungan sebagai satu variabel pokok yang diutamakan.

Apapun yang dilakukan KKP Mino Raharjo di pesisir selatan dalam upaya kelestarian, semuanya akan menjadi tidak efektif kalau tidak didukung secara kompak oleh semua pihak.

Jangkauan Teritorial Penyu

 Penyu mempunyai jangkauan teritori yang cukup jauh, bahkan bisa menempuh lebih dari 3000 mil laut. Tukik-tukik penyu yang dilepas liarkan di pesisir selatan DI Yogyakarta, dalam pengembaraannya bisa menjangkau perairan Sumatera dan Samudera Indonesia bagian barat, Indonesia Timur, bahkan perairan Australia. Sampai dengan mereka berusia dewasa dengan rentang termuda 25 tahun, mereka akan kembali ke perairan dangkal Samudera Indonesia di selatan Bantul.

Penyu menggunakan medan magnet bumi untuk navigasi, dan mereka akan kembali untuk mating atau ritual perkawinan di area dimana mereka masuk ke laut pertama kali. Artinya bahwa, sampai dimanapun penyu-penyu melanglang buana, mereka akan kembali ke pesisir Pantai Goa Cemara pada waktunya, dengan segala resikonya.

Hambatan dan gangguan terhadap populasi penyu baik itu disengaja maupun tidak, cukup banyak. Mulai dari predator di perairan, perburuan dengan berbagai tujuan, ataupun gangguan dari limbah laut dan lalu lintas perairan. Tak jarang kita melihat berita tentang kasus perburuan penyu untuk diperdagangkan, untuk ritual, ataupun yang lainnya. Tercatat hanya sekitar 5 % dari tukik penyu yang menetas bisa kembali selamat sampai usia dewasa.

Artinya bahwa semua daya dan upaya penyelamatan terhadap telur dan tukik penyu di KKP Mino Raharjo Pantai Goa Cemara akan percuma jika semua pihak diuar sana dalam jangkauan teritori penyu masih melakukan hal-hal yang merugikan untuk populasi penyu.

Yogyakarta Sebagai Destinasi Massa

Sebagai kota pelajar dan tujuan wisata, Yogyakarta pada umumnya dan Pantai Goa Cemara secara khususnya, cukup menarik perhatian orang untuk kunjungan. Baik itu berwisata maupun tujuan pendidikan, jumlah kunjungan ini efektif untuk penyebarluasan informasi dan ajakan pelestarian. Akan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan secara optimal.

Selain dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam, upaya kampanye pelestarian dari KKP Mino Raharjo juga dimaksimalkan dengan bekerja sama dalam berbagai hal dengan Desa Wisata Patihan Goa Cemara sebagai pengelola Pantai Goa Cemara, Dinas Pariwisata, serta OPD terkait didalamnya.

Konsep kerjasama ini didasari atas satu visi dan misi tentang sustainability tourism melalui ekowisata, serta karena memang anggota Desa Wisata Patihan atau Dewa Patih salah satunya adalah berbasis dari KKP Mino Raharjo. Mutualisme dari kerjasama ini adalah pariwisata mendapatkan value branding ekowisata, dan KKP Mino Raharjo mendapatkan dukungan jangkauan kampanye pelestarian beserta operasional kegiatan.

2. Tujuan Kampanye Pelestarian

Berdasarkan latar belakang pelaksanaan kampanye pelestarian, kegiatan ini mempunyai beberapa tujuan. Baik itu jangka pendek, menengah, maupun tujuan konservasi secara jangka panjang.

Edukasi Konservasi

Pemahaman terhadap pelestarian harus diketahui khalayak, karena kegiatan pelestarian harus dilakukan secara kompak, masif, dan sistematis dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Masyarakat setidaknya harus tahu apa itu penyu, kenapa dilindungi, apa saja ancamannya, dan bagaimana secara pribadi maupun kelompok menyikapi, agar kegiatan pelestarian bisa berhasil hingga pada akhirnya penyu dan habitatnya terjaga.

Informasi Eksistensi Kegiatan Konservasi

Kampanye kelestarian yang dilakukan di KKP Mino Raharjo juga berfungsi untuk pelaporan hasil kegiatan di KKP, mulai dari rencana kerja, progres kegiatan, keadaan terkini, serta hasil pekerjaan yang sudah dilakukan. Informasi  ini penting selain untuk koordinasi pembagian pekerjaan juga sebagai laporan pertanggung jawaban KKP Mino Raharjo kepada masyarakat dan juga seluruh jaringan konservasi terutama yang memberikan amanat untuk para petugas konservasi.

Rekruitment Agen dan Jaringan Pelestari

Harapan dari KKP Mino Raharjo dengan publikasi informasi melalui kampanye pelestarian maka akan tercipta agen-agen baru pelestari yang mengisi sesuai bidang yang dikuasai. Banyak hal yang dibutuhkan untuk kegiatan kelestarian yang sebagian besar tidak mampu dilakukan jika hanya mengandalkan ranger konservasi saja. Perlu kekompakan oleh masyarakat luas dan dengan sistematis untuk menciptakan habit pelestari.

III.4.2.4. REGENERASI PELAKU KONSERVASI

 Hal lain yang ingin dicapai adalah terciptanya ketertarikan konservasi sejak dini, sehingga di tahun-tahun yang akan datang akan lebih banyak pelaku pelestari. Tidak hanya di lingkungan KKP Mino Raharjo, tapi di semua tempat, terutama area-area teritorial penyu. Karena semakin hari tantangan untuk kegiatan pelestarian semakin tinggi, maka lahirnya generasi pelaku konservasi menjadi sangat pokok, dimulai dari saat ini.

3. Target dan Sasaran Kegiatan Kampanye Pelestarian

Berdasarkan kelompok atau komunitas yang selama ini berkolaburasi dengan KKP Mino Raharjo, target dan sasaran dari kampanye pelestarian dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok.

Wisatawan Umum

Materi edukasi konservasi dasar mulai dari pengenalan penyu dan habitatnya sampai dengan kegiatan pelepasan tukik penyu dan penanaman pandan. Wisatawan pada umumnya juga melakukan kegiatan lain di Pantai Goa Cemara seperti outbound dan gathering.

Edukasi konservasi ini berfungsi memberikan pengetahuan tentang kelestarian, terutama adalah memberikan gambaran tentang bagaimana berwisata dengan baik, seperti efektifitas wadah bekal, pembuangan sampah, dan perlakuan terhadap alam yang dikunjungi.

Pengelolaan kunjungan dari wisatawan umum diatur penuh oleh Desa Wisata Patihan di Kantor Sekretariat Dewa Patih.

Anak-anak atau Generasi Muda

Bekerjasama dengan  pengelola sekolah mulai dari pra sekolah, PAUD, TK, SD, hingga SMA, serta kelompok belajar anak dan juga panti asuhan. Pemahaman pelestarian sejak dini dibutuhkan untuk menanamkan pemikiran rasional tentang apa yang bisa kita ambil dari alam dan apa yang dibutuhkan alam dari kita.

KKP Mino Raharjo dan Dewa Patih juga bekerjasama dengan tour operator yang secara khusus mengemas program edukasi konservasi khusus anak. Ada beberapa operator dengan target yang berbeda dan bisa 4 – 6 kali event di setiap tahunnya.

Pelajar dan Mahasiswa

Untuk usia remaja di lingkungan sekolah menengah dan kampus, kebanyakan dari mereka mempunyai komunitas pecinta lingkungan yang secara spesifik bergerak di bidang kelestarian. Kelompok ini secara aktif mengadakan kolaburasi dengan KKP Mino Raharjo untuk kegiatan outdoor diluar lingkungan sekolah. Ragam program kegiatan mulai dari camping patroli, pelepasan penyu, bersih pantai, pengolahan sampah, penanaman pandan, dan lain-lain.

Dari universitas atau fakultas, seringkali program lebih spesifik seperti KKN, penelitian, pengabdian masyarakat, atau bahkan pengadaan event dengan melibatkan masyarakat luas. Untuk penelitian, materi juga dipilih secara khusus menyesuaikan jurusan, mulai dari biologi, kelautan dan perikanan, hukum, geografi, pariwisata, promosi, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan lain-lain. Ada lebih dari 50 sekolah dan universitas  di seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan KKP Mino Raharjo sampai saat ini.

Instansi dan Perusahaan

Beberapa instansi maupun perusahaan menawarkan program kelestarian, baik itu untuk internal karyawan maupun masyarakat umum. Program kampanye pelestarian ini seringkali dilaksanakan dalam rangka peringatan tertentu sesuai dengan bidang instansi atau perusahaan.

Seringkali juga program kampanye pelestarian adalah program periodik berkelanjutan yang memang setiap musim dijadwalkan. Pengetahuan tentang pelestarian bagi instansi atau perusahaan mempunyai dampak positif dalam hal produktifitas, etos, dan etika kerja karyawan. Perilaku pelestari juga meningkatkan lingkungan kerja menjadi lebih baik.

Komunitas

Komunitas atau kelompok pelestari selain dari akademisi juga banyak dari msyarakat umum. Kebanyakan kelompok pecinta lingkungan ini secara khusus berkonsentrasi dalam satu bidang pelestarian, misalnya penghijauan, pelestarian gumuk pasir, kebersihan dan pengelolaan sampah, ataupun penyelamatan hewan dilindungi. Kegiatan kampanye lingkungan untuk kelompok pelestari ditujukan untuk menekankan kecintaan anggota pada alam dan sebagai edukasi untuk anggota baru dan masyarakat umum.