Di tengah upaya menjaga kelestarian penyu laut di Pantai Goa Cemara, Kelompok Konservasi Penyu (KKP) Mino Raharjo menyediakan sebuah fasilitas penting, yaitu ruang edukasi. Fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran bagi berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah dasar, mahasiswa, komunitas relawan, hingga wisatawan yang ingin memahami lebih dalam tentang penyu dan ekosistem pantai.
Ruang edukasi KKP Mino Raharjo . Ddibangun dari CSR Bakti BCA 2024, diatas tanah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan serat Palilah yang diajukan oleh DKP DIY. Luas bangunan 8 x 12 meter, dengan fasilitas toilet yang menyatu dengan bangunan edukasi.
Di ruang edukasi konservasi, pengunjung dapat mengikuti presentasi interaktif mengenai siklus hidup penyu, tantangan yang mereka hadapi, serta langkah-langkah konservasi yang dilakukan oleh kelompok. Selain presentasi, ruang ini juga dilengkapi media visual seperti poster, infografis, hingga pemutaran video dokumenter pendek yang membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami, terutama bagi anak-anak.
Fungsi ruang edukasi tidak hanya sebatas memberi pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian. Banyak sekolah yang memanfaatkan fasilitas ini sebagai bagian dari kegiatan luar kelas, sehingga siswa tidak hanya belajar teori di bangku sekolah, tetapi juga mendapat pengalaman nyata. Mahasiswa dan komunitas relawan pun sering berdiskusi di ruang ini untuk merancang program konservasi dan aksi lingkungan bersama.
Selain itu, ruang edukasi juga menjadi tempat bertemunya masyarakat lokal dengan pengunjung luar daerah. Interaksi yang tercipta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam menjaga alam. Dengan suasana sederhana namun penuh semangat, fasilitas ini berhasil menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, aksi sosial, dan budaya gotong royong.
Ruang edukasi KKP Mino Raharjo membuktikan bahwa pelestarian penyu tidak hanya soal melepas tukik ke laut, tetapi juga menanamkan pemahaman kepada manusia. Dengan bekal ilmu yang diberikan di ruangan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk melanjutkan perjuangan menjaga penyu dan lingkungan pesisir.






