magang UGM

Magang Mandiri UGM Kelautan

Program magang mandiri UGM Kelautan di Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo dilaksanakan bulan Juli 2026. Menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan. Melalui kegiatan magang mandiri di Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo, Pantai Goa Cemara, Bantul, tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, yaitu Amlika Corry Aina, Azizah Isnaeni, dan Mutia Afinda Fadilah, berkesempatan mempelajari berbagai aspek konservasi penyu, mulai dari teknis pemeliharaan hingga pengelolaan ekowisata dan media edukasi. Program ini memberikan pengalaman yang tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian satwa laut yang dilindungi.

Teknis Lapangan Konservasi Penyu

Kegiatan teknis lapangan menjadi aktivitas utama selama magang. Mahasiswa dilibatkan dalam pengecekan rutin melalui mesin Intan Box sebagai mesin inkubasi telur penyu serta Sari Box untuk menginkubasi tukik yang masih memiliki cadangan kuning telur sebelum dipindahkan ke bak pemeliharaan. Selain itu, dilakukan penggantian air bak pemeliharaan secara rutin, pengecekan kondisi kesehatan tukik, dan pencatatan tukik yang mati sebagai bagian dari monitoring harian.

Mahasiswa juga mengikuti proses pengambilan tukik yang sudah menetas dari sarang semi-alami untuk direlokasi ke bak pemeliharaan. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan patroli pantai untuk memantau penyu yang mendarat dan menjaga proses peneluran agar terhindar dari gangguan manusia maupun predator.

Mendukung Ekowisata Berbasis Konservasi

Selain terlibat dalam kegiatan teknis konservasi, peserta magang juga berperan aktif dalam mendukung pengelolaan ekowisata di Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo. Kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan area sebelum pelaksanaan event, membantu kelancaran berbagai kegiatan edukasi dan konservasi, serta menjadi guide bagi pengunjung yang datang ke kawasan konservasi. Dalam kegiatan guiding, mahasiswa mendampingi wisatawan berkeliling area konservasi sambil menjelaskan proses konservasi penyu, mulai dari relokasi telur, penetasan, pemeliharaan tukik, hingga pelepasliaran ke habitat alaminya.

Selain itu, peserta magang juga mengisi materi edukasi mengenai jenis-jenis penyu, siklus hidup, ancaman terhadap kelestariannya, serta pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik peserta, sehingga informasi dapat diterima dengan lebih mudah. 

Media Sebagai Sarana Edukasi

Dokumentasi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan magang. Mahasiswa terlibat dalam pengambilan foto dan video kegiatan konservasi maupun ekowisata, sekaligus menyusun artikel yang bertujuan menyebarluaskan informasi mengenai pelestarian penyu kepada masyarakat. Media menjadi salah satu sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

magang ugm

Menjaga Kawasan Konservasi

Konservasi tidak hanya dilakukan terhadap penyu, tetapi juga terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, mahasiswa turut melaksanakan kegiatan pemeliharaan kawasan seperti perawatan area konservasi, menyiram tanaman, serta menjaga kebersihan fasilitas agar tetap nyaman bagi pengunjung dan mendukung habitat penyu.

Pengembangan Fasilitas PenyukaFe

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata edukasi, peserta magang juga membantu penyusunan menu PenyukaFe. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan konservasi melalui pengembangan fasilitas yang lebih baik.

Menjadi Pengalaman Berharga

Program magang mandiri di Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo memberikan pengalaman yang komprehensif bagi Amlika Corry Aina, Azizah Isnaeni, dan Mutia Afinda Fadilah. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan konservasi, ekowisata, media, serta pengelolaan kawasan, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga belajar mengenai pentingnya kolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan, dan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian penyu sebagai salah satu satwa laut yang dilindungi.