Program SimPul 2025 atau Sosial Berkumpul adalah program pelatihan volunteer dari BEM KM FMIPA UGM yang hadir sebagai ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berjejaring, sekaligus mengasah rasa peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.
Tahun ini, SimPul mengangkat tema Sea From Us to The Future yang terinspirasi dari semangat menjaga bumi dan laut untuk generasi mendatang. Melalui tema tersebut, peserta diajak untuk lebih peduli pada isu lingkungan dengan cara yang menyenangkan, penuh kebersamaan, namun tetap memberi manfaat nyata. SimPul bukan sekadar ajang pelatihan, tetapi juga sebuah pengalaman untuk tumbuh bersama, berkontribusi, dan menjadikan kepedulian terhadap alam sebagai gaya hidup yang berkelanjutan.



Acara SimPul 2025 diawali dengan kegiatan internal dari BEM FMIPA UGM yang berfokus pada pengarahan serta pemaparan mengenai pentingnya pelaksanaan program ini. Peserta diajak memahami latar belakang, tujuan, serta harapan dari SimPul 2025 sebagai wadah pembelajaran sekaligus pengabdian nyata bagi mahasiswa. Setelah sesi pembukaan, kegiatan berlanjut dengan pengenalan lingkungan sekitar, khususnya ekosistem di Pantai Goa Cemara. Peserta mendapat penjelasan mengenai kondisi alam pantai, mulai dari jenis flora dan fauna yang ada hingga proses terbentuknya kawasan ini. Penekanan utama diberikan pada keberadaan penyu laut yang menjadikan pantai ini sebagai salah satu habitat penting, serta upaya konservasi yang telah dilakukan untuk menjaga kelestariannya.
Setelah sesi materi awal, acara dilanjutkan dengan fun games yang dirancang untuk mempererat solidaritas antar peserta. Selain memberikan keceriaan, permainan ini juga menjadi sarana peregangan sekaligus pengingat bahwa kegiatan pelestarian lingkungan bisa dilakukan dengan suasana yang menyenangkan. Usai bermain, peserta diajak melakukan aksi nyata berupa pembersihan sampah, terutama sampah plastik, di sekitar area pantai.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi materi mendalam dari Petugas dari Kelompok Konservasi Penyu (KKP) Mino Raharjo. Peserta SimPul 2025 juga berkesempatan mengunjungi fasilitas konservas penyui, mulai dari ruang mesin tetas hingga kolam tukik, sehingga mendapatkan pengalaman langsung tentang proses pengamanan, penyelamatan dan pelestarian penyu di Pantai Goa Cemara.




