Kegiatan edukasi konservasi dan pelepasan penyu dilaksanakan sebagai bentuk kampanye kelestarian lingkungan dari KKP Mino Raharjo bersama Desa Wisata Patihan Goa Cemara. Sebagai bentuk dukungan penyebaran informasi terkait pelestarian penyu dari Kelompok Masyarakat Pegiat Konservasi Penyu Mino Raharjo Patihan, Gadingsari. Edukasi ini meliputi latar belakang kegiatan konservasi, tata cara dan pengelolaan konservasi, hukum pelestarian, penanganan penyu pada musim migrasi, penanganan lingkungan dan lain-lain.
Tatacara Mengikuti Kegiatan Pelepasan Penyu
Paket edukasi ini tersedia pada Musim Migrasi Penyu, yakni antara bulan Maret sampai Oktober pada setiap tahunnya. Untuk jadwal pelepasan penyu, bisa menghubungi kontak WA tertera. Jadwal pelepasan penyu akan disetujui mengikuti ketersediaan tetasan tukik penyu. Pengajuan tanggal booking akan lebih baik jika dilakukan jauh hari.
Booking yang sudah diterima bisa dilihat di Data Jadwal Rilis, atau sesuai konfirmasi admin via chat WhatsApp.
Gambaran Kegiatan Pelepasan Penyu
Setelah mendapatkan tanggal, peserta diharapkan datang tepat waktu di hari yang sudah disepakati. Gedung kegiatan, tikar, sound system, pemateri dan pendamping sudah disediakan oleh KKP Mino Raharjo. Waktu pelepasan adalah sore hari setelah jam 15.00 WIB.
Setelah peserta berkumpul, akan diberikan paparan materi tentang pengenalan KKP Mino Raharjo dan segala kegiatannya termasuk materi tentang penyu-penyu yang mendarat di pesisir selatan Bantul. Durasi materi sekitar 30 menit, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab peserta dengan pemateri.
Selanjutnya peserta akan diajak room tour konservasi, mulai dari tempat tetas pendam, melihat telur penyu di tetas mesin, box therapy tetasan tukik, replika jenis-jenis penyu, hingga melihat tukik yang sudah menetas di kolam tukik. Peserta juga diajak berinteraksi dengan tukik penyu secara langsung, dengan pengawasan dan tetap mematuhi segala aturan yang sudah disampaikan petugas konservasi.
Rilis Tukik Penyu ke Laut
Setelah peserta melihat dan mengamati hatchery atau proses penetasan, dokumentasi dan observasi tukik pada kolam penampungan, peserta kemudian diajak untuk rilis atau melepaskan tukik penyu di Pantai Goa Cemara. Ada beberapa hal yang harus dipatuhi dalam proses ini, sehingga pendampingan petugas konservasi sangatlah penting.
Selanjutnya peserta akan diajak ke pantai, dan berbanjar sejajar pantai mengikuti garis yang sudah dibuat oleh petugas konservasi. Banjaran ini menyesuaikan dengan letak batok kelapa yang sebelumnya sudah diisi tukik anak penyu oleh petugas. Dengan aba-aba petugas pendamping, peserta serempak melepaskan penyu ke laut bersama-sama.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses ini adalah :
- Peserta tidak boleh melewati garis yang sudah dibuat oleh petugas, karena akan meninggalkan jejak di pasir yang akan mempersulit jalur lintas tukik menuju ke laut.
- Tidak boleh bermain air, selain karena ombak cukup besar, musim migrasi penyu juga dibarengi dengan musim ubur-ubur penyengat.
- Tidak boleh mengikuti tukik penyu, karena setelah bertemu dengan ombak, tukik akan terhempas dan dikhawatirkan peserta akan menginjak tukik penyu.
Setelah tukik penyu dilepaskan dan semua sudah masuk ke laut, kegiatan selesai. Peserta dipersilahkan untuk lanjut menikmati pantai di sore hari hingga sunset tiba.




